she-grows

Quiet Ambition, Saat Sukses Karier Enggak Lagi Harus Workaholic

Jumat, 31 Juli 2026 | 12:05 WIB
Kerja cerdas untuk meraih ambisi karier. (Pexels)

Pernah enggak sih kamu merasa lelah banget sama ritme kerja yang menuntut kamu untuk selalu standby 24/7? Dulu, tolok ukur kesuksesan karier identik dengan jam kerja yang panjang, promosi jabatan yang cepat, dan agenda harian yang selalu padat. Pokoknya, makin sibuk kamu, makin dianggap sukses dan berprestasi.

Namun, belakangan ini ada pergeseran tren yang cukup besar di dunia kerja, terutama bagi perempuan muda. Tren ini dikenal dengan istilah quiet ambition. Fenomena ini bukan berarti kita jadi pemalas atau enggak punya tujuan hidup, ya. Justru, quiet ambition adalah cara baru kita dalam mendefinisikan ulang arti kesuksesan yang lebih sehat dan seimbang.

Apa Sih Sebenarnya Quiet Ambition Itu?

Secara sederhana, quiet ambition adalah kondisi di mana seseorang tetap memiliki ambisi untuk berkarya, tetapi tidak lagi menjadikan tangga korporat atau posisi manajerial sebagai satu-satunya tujuan utama. Kita mulai menyadari bahwa mengejar karier tidak boleh mengorbankan mental health, hubungan dengan keluarga, maupun waktu untuk diri sendiri.

Bagi banyak perempuan usia 20-an hingga 30-an, kesuksesan kini terasa lebih berharga jika diimbangi dengan work-life balance yang nyata. Kita tetap ingin berprestasi di tempat kerja, tetapi kita juga ingin punya waktu untuk self-care, menikmati hobi, dan hadir sepenuhnya untuk orang-orang tersayang.

Beberapa tahun terakhir, isu burnout akibat budaya hustle culture menjadi perhatian serius. Banyak dari kita yang akhirnya sadar bahwa bekerja sampai kehabisan energi tidak selalu sebanding dengan apa yang didapatkan. Fenomena quiet ambition hadir sebagai bentuk empati pada diri sendiri.

Selain itu, prioritas hidup perempuan modern kini semakin beragam. Sukses tidak lagi dinilai dari seberapa tinggi jabatan di kartu nama, melainkan seberapa fleksibel kita bisa mengatur waktu dan menikmati proses hidup. Kita ingin bekerja dengan cerdas (smart work), bukan sekadar bekerja keras tanpa arah yang jelas.

Cara Menerapkan Quiet Ambition Tanpa Merusak Karier

Kalau kamu merasa terhubung dengan konsep ini dan ingin menerapkannya sehari-hari, ada beberapa langkah praktis yang bisa kita coba bersama:

  1. Tetapkan Boundaries yang Jelas

    Belajar untuk berkata "tidak" pada tugas tambahan yang berada di luar kapasitas atau jam kerja kamu. Menyusun batasan yang tegas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan adalah kunci utama menjaga kedamaian pikiran.

  2. Fokus pada Personal Growth, Bukan Cuma Promosi

    Cobalah untuk mengukur pencapaian berdasarkan keterampilan baru yang berhasil kamu kuasai (skillset development) atau dampak positif dari pekerjaanmu, daripada hanya berfokus pada gelar atau jabatan formal.

  3. Utamakan Kesehatan Mental dan Fisik

    Ingatlah bahwa tubuh dan pikiranmu adalah aset terpenting. Jangan ragu untuk mengambil leave atau waktu istirahat saat kamu merasa energi sudah mulai habis. Istirahat bukanlah sebuah kegagalan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang.

  4. Komunikasikan Ekspektasi dengan Atasan

Halaman:

Tags

Terkini