Punya pekerjaan yang kelihatannya baik-baik saja, tapi setiap Senin kamu diam-diam bertanya, “Apa aku mau menjalani ini sampai 10 tahun lagi?” Kalau jawabannya mulai sering “nggak tahu”, mungkin sudah waktunya kamu mempertimbangkan career pivot.
Tenang, kamu nggak harus langsung resign, pindah industri, lalu memulai semuanya dari nol. Di usia late 20s, justru ada banyak pengalaman yang sudah kamu punya dan bisa menjadi bekal untuk membangun karier baru.
Yang perlu diubah mungkin bukan seluruh hidupmu, tetapi arah perjalanan kariernya.
Kenapa Career Switch di Usia 20-an Terasa Menakutkan?
Ada fase ketika kita merasa usia 20-an akhir seharusnya menjadi masa untuk semakin “mapan”. Pekerjaan sudah stabil, penghasilan mulai meningkat, dan mungkin posisi di kantor juga sudah cukup nyaman.
Lalu tiba-tiba muncul keinginan untuk pindah jalur.
Masalahnya, semakin banyak yang sudah dibangun, semakin besar juga rasa takut untuk meninggalkannya.
Takut harus turun jabatan. Takut gaji berkurang. Takut dianggap tidak konsisten. Atau yang paling sering: takut ternyata keputusan pindah karier justru salah.
Semua kekhawatiran itu wajar. Tapi perlu diingat, career switch tidak selalu berarti membuang pengalaman yang sudah kamu punya.
Kamu bisa membawa banyak transferable skills dari pekerjaan lama ke karier baru.
Pertama, Cari Tahu Apa yang Sebenarnya Membuatmu Tidak Betah
Sebelum memutuskan ingin pindah industri, coba tanyakan satu hal penting kepada diri sendiri: apa yang sebenarnya ingin kamu tinggalkan?
Apakah bidang pekerjaannya? Atau lingkungan kantornya?
Bisa jadi kamu bukan membenci pekerjaanmu, tetapi lelah dengan work culture, atasan, jam kerja, atau jenis tugas yang terlalu repetitif.