she-grows

Mau Career Switch di Usia 20-an? Begini Cara Mulainya

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 21:46 WIB
Jangan remehkan rasa jenuh dengan pekerjaan. (Pexels)

Misalnya, kamu bekerja di bidang marketing tetapi tidak menikmati pekerjaan yang terlalu banyak bertemu klien. Kamu belum tentu harus meninggalkan dunia marketing.

Ada kemungkinan kamu justru lebih cocok di content strategy, SEO, marketing analytics, atau pekerjaan lain yang masih menggunakan pengalamanmu.

Jadi, jangan langsung menganggap solusinya adalah “ganti karier total”.

Cari tahu dulu masalahnya.

Kedua, Petakan Skill yang Bisa Kamu Bawa

Sekarang waktunya melihat pengalamanmu dengan perspektif baru.

Tulis semua kemampuan yang sudah kamu dapatkan dari pekerjaan sekarang. Jangan hanya memasukkan kemampuan teknis.

Kemampuan seperti komunikasi, presentasi, negosiasi, riset, mengelola proyek, membuat laporan, mengatur jadwal, sampai bekerja dengan banyak orang juga punya nilai.

Kemampuan tersebut bisa menjadi bridge menuju industri baru.

Contohnya, pengalaman sebagai customer service bisa menjadi modal untuk masuk ke customer success, sales, atau community management. Pengalaman mengelola proyek bisa diarahkan ke project management. Sementara kemampuan membuat laporan dan membaca data bisa menjadi dasar untuk mengeksplorasi bidang business analytics.

Jadi, kamu sebenarnya tidak benar-benar mulai dari nol.

Ketiga, Jangan Buru-Buru Resign

Kalau kondisi finansial belum memungkinkan, kamu tidak perlu mengambil keputusan ekstrem.

Coba lakukan career experiment terlebih dahulu.

Sisihkan beberapa jam setiap minggu untuk belajar skill baru. Ikuti kelas, ambil proyek freelance, bantu teman mengerjakan proyek, atau buat portofolio sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini